"Dari meja tulisnya masing-masing, dimana pun mereka berada, mereka cukup melakukan ziarah dengan sekali klik dan tiba di makam saya, yaitu blog ini" – Mula Harahap

Uncategorized

39

Aku melakukan kesalahan besar. Tak mungkin dimaafkan. Aku menemui Gabriel, kawan online seusia ibuku, 48 tahun. He gave a peck on my lips in a breakfast lounge. PDA is always exciting, but not with a wrong man like the silver fox. God damn it!

Ada yang salah denganku. Ada yang salah dengan emosiku. Dan caraku melampiaskan amarahku itu juga salah. I mad at my father but I couldn’t kill his mistress. So I almost decided being a mistress for another Dad. Almost. Sampai aku sadar, aku bukan hanya merusak keluarga Gabriel, tapi keluarga yang akan kita bangun juga. Brengsek.

Aku tak pernah menyesal menanggalkan baju dan mendesah bersamamu. Kamu rajaku. Kamu alasanku meninggalkan lantai 7 Wisma Metropolitan lebih cepat dari biasanya. Namamu yang pertama terjun di otakku saat aku merindukan perhatian, kasih sayang, dan dibuai pelukan seperti yanb kita lakukan semalam.

Pasti akan ada yang berubah setelah ini. Mungkin kau akan membenciku, karena ini bukan kali pertama aku menyakitimu. Mungkin kau tak lagi percaya padaku. Apapun itu, aku layak menerimanya. Aku tak akan protes, sekalipun kau membunuhku.

Advertisements

57

Kita adalah sepasang sepatu
Selalu bersama tak bisa bersatu
Kita mati bagai tak berjiwa
Bergerak karena kaki manusia

Aku sang sepatu kanan
Kamu sang sepatu kiri
Ku senang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan


96

Setelah makan malam istimewa, calon suamiku hilang entah ke mana. WA nggak dibalas, email dibales sekali doank. Ditelepon juga nggak bisa. KAta embak-embak yang terima, “Nomor yang Anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan. Silahkan hubungi beberapa saat lagi.”

Kenapa pria-pria dunia sama saja, susah dihubungi? Apalagi kalau kerjaan lagi banyak, sakit, atau dalam perjalanan. Ngeselin.

Well, semoga nanti malem masih bisa ketemu lagi ya. Sebelum besok disibukkan (kembali) dengan agenda2 anak muda.


97

I hate every-time you mention “being a mother”, “pregnancy”, “mom’s kids”. I hate it so much. It is just like when you mentioned “marriage” when I was in the university.

I hate every-time you expect something too much to me. When you expect I understand what you think, your habit, without mentioning them.

I hate you, until you drop me to a heaven where I don’t need oxygen to breath. I only need you, and your love, to be alive.


98

TUAN (oleh Iwan Fals)

Sudah cukup jauh perjalanan ini

Lewati duka lewati tawa

Lewati s’gala persoalan

Kucoba berkaca pada jejak yang ada

Ternyata aku sudah tertinggal

Bahkan jauh tertinggal

Bodohnya diriku tak percaya padamu

Lalu sempat aku berpikir

Untuk tinggalkan kamu

Reff.

Tuan, maafkan aku

Oh Tuan peluklah aku

Tuan begitu perkasanya dirimu

Yakiniku

Tuan marahlah padaku

Tuan Tuanku

Aku tak peduli apa kata mereka

Hari ini engkau di sini

Esok tetap di sini


99

Dingin. Namun tetap saling cinta. Bukan, begitu?


Punggung Tangan

Alamak sobek Juni 2013 terakhir. Sejak angka satu tercoret, aku tak pernah segembira ini.

Semoga aku tak terlalu salah sekali lagi mendorongmu ke lingkaran yang tak pernah kau mau. Sekali lagi aku memaksamu. Dan sekali lagi kau ikuti mauku. Aku gembira.

Semoga aku tak terlalu salah membingkaimu dalam pengharapan besar sosok seorang imam. Melukiskan hadirmu pada sketsa cita-cita. Kain putih suci menjuntai, melindungi kepasrahanku berdiri di belakangmu sebagai ma’mum. Tertunduk ku nikmati syahdu lantunan ayat suci yang mengalun fasih. Kamu imamku.

Usai shalat berjamaah, aku dan Nisa selalu berebut tangan Ibu dan Bapak. Seolah-olah kami memperebutkan cinta mereka. Kami ciumi setiap pori-pori punggung tangan, seperti tak rela berbagi ladang surga bakti. Kelak, punggung tanganmu yang ku cium usai shalat berjamaah. Tanpa rebutan.