"Dari meja tulisnya masing-masing, dimana pun mereka berada, mereka cukup melakukan ziarah dengan sekali klik dan tiba di makam saya, yaitu blog ini" – Mula Harahap

39

Aku melakukan kesalahan besar. Tak mungkin dimaafkan. Aku menemui Gabriel, kawan online seusia ibuku, 48 tahun. He gave a peck on my lips in a breakfast lounge. PDA is always exciting, but not with a wrong man like the silver fox. God damn it!

Ada yang salah denganku. Ada yang salah dengan emosiku. Dan caraku melampiaskan amarahku itu juga salah. I mad at my father but I couldn’t kill his mistress. So I almost decided being a mistress for another Dad. Almost. Sampai aku sadar, aku bukan hanya merusak keluarga Gabriel, tapi keluarga yang akan kita bangun juga. Brengsek.

Aku tak pernah menyesal menanggalkan baju dan mendesah bersamamu. Kamu rajaku. Kamu alasanku meninggalkan lantai 7 Wisma Metropolitan lebih cepat dari biasanya. Namamu yang pertama terjun di otakku saat aku merindukan perhatian, kasih sayang, dan dibuai pelukan seperti yanb kita lakukan semalam.

Pasti akan ada yang berubah setelah ini. Mungkin kau akan membenciku, karena ini bukan kali pertama aku menyakitimu. Mungkin kau tak lagi percaya padaku. Apapun itu, aku layak menerimanya. Aku tak akan protes, sekalipun kau membunuhku.

Advertisements

Comments are closed.