"Dari meja tulisnya masing-masing, dimana pun mereka berada, mereka cukup melakukan ziarah dengan sekali klik dan tiba di makam saya, yaitu blog ini" – Mula Harahap

Punggung Tangan

Alamak sobek Juni 2013 terakhir. Sejak angka satu tercoret, aku tak pernah segembira ini.

Semoga aku tak terlalu salah sekali lagi mendorongmu ke lingkaran yang tak pernah kau mau. Sekali lagi aku memaksamu. Dan sekali lagi kau ikuti mauku. Aku gembira.

Semoga aku tak terlalu salah membingkaimu dalam pengharapan besar sosok seorang imam. Melukiskan hadirmu pada sketsa cita-cita. Kain putih suci menjuntai, melindungi kepasrahanku berdiri di belakangmu sebagai ma’mum. Tertunduk ku nikmati syahdu lantunan ayat suci yang mengalun fasih. Kamu imamku.

Usai shalat berjamaah, aku dan Nisa selalu berebut tangan Ibu dan Bapak. Seolah-olah kami memperebutkan cinta mereka. Kami ciumi setiap pori-pori punggung tangan, seperti tak rela berbagi ladang surga bakti. Kelak, punggung tanganmu yang ku cium usai shalat berjamaah. Tanpa rebutan.

Advertisements

Comments are closed.