"Dari meja tulisnya masing-masing, dimana pun mereka berada, mereka cukup melakukan ziarah dengan sekali klik dan tiba di makam saya, yaitu blog ini" – Mula Harahap

Terbaik

Sulit dijelaskan mengapa kita bertahan hingga kini. Namun katamu cinta tak perlu alasan. Dulu aku angkuh. Wanita manapun yg mendampingimu kelak, harus tahu apa saja yg kita lalui enam atau tujuh tahun terakhir. Dia juga harus tahu, ke mana saja kita menjinjing sejarah. Dia cukup tahu saja. Tak perlu merasakannya.

Teori percintaan picisan bilang, kita diciptakan untuk saling melengkapi. Kita mengisi kekosongan di hati, pikiran, dan jiwa masing2. Pun ketika langit di atas kepalamu kelabu, aku mau tiupkan angin dan giring mentari kemari. Wajahmu terlalu sempurna untuk digurat muram. Apalagi bila penggurat itu adalah robot bodoh yg gagal memahamimu. Kau tahu, Tuhan ikatkan 13 saraf di senyum tulusmu. Jangan kau tarik 34 saraf lain demi kemurkaan.

Advertisements

Comments are closed.