"Dari meja tulisnya masing-masing, dimana pun mereka berada, mereka cukup melakukan ziarah dengan sekali klik dan tiba di makam saya, yaitu blog ini" – Mula Harahap

Kejutan

Satu hal yg tak pernah berhenti saya syukuri sekaligus saya banggakan dari calon suami saya adalah romantisnya. Dia adalah sosok yg penuh kejutan. Walaupun saya selalu bilang saya benci kejutan karena mengacaukan rencana pribadi saya, saya berbohong. Perempuan mana yg nggak suka kejutan2 romantis? Bohong banget deh.

Well, kejutan itu bukan berarti dia tutup mata saya, menuntun saya ke danau, dan down to the knee seraya memasukkan cincin ke jari manis saya. Itu HC Andersen banget. Juga bukan yg cemplungin kunci mobil ke gelas wine. Itu gagal romantis lagi jorok. Kejutannya sederhana dan manis, sukses membuat saya senyum2 tersipu. Kalau sudah begini, rasanya ingin menghambur ke pelukannya, dan mendaratkan serangan kecupan.

image

Foto ini adalah salah satu kejutan sederhana darinya. Ngeselin sih, tapi setidaknya saya bisa Ge eR dikit, bahwasannya ia memperhatikan saya saat terlelap. πŸ™‚

image

Kutipan yg (seperti biasa) nggak ada sumbernya ini adalah kejutan lainnya. Saya pikir dia tak pernah belajar atau cari tahu bagaimana membuat orang lain senang. Makanya saya tidak heran kalau ia kerap dicap galak dan kurang open-mind. Ternyata saya salah. Dia menyimak kutipan ini saja sudah satu pembuktian bawah sadar bahwa ia sedang dalam proses belajar dan berusaha menyenangkan orang lain. Dan baru saja saya terlintas pembuktian lain yg tidak saya sadari sebelumnya. Calon suami saya tersayang ini beli buku Never Eat Alone. Walau belum dibaca, setidaknya dia mau mempersilahkan ilmu menyenangkan orang itu masuk. πŸ™‚

Advertisements

Comments are closed.