"Dari meja tulisnya masing-masing, dimana pun mereka berada, mereka cukup melakukan ziarah dengan sekali klik dan tiba di makam saya, yaitu blog ini" – Mula Harahap

Tergebet Miko

Miko terdengar seperti nama anjing. Tapi bukan. Miko adalah nama tokoh komedi yg diperankan oleh Radityadika. Nama programnya Malam Minggu Miko, berkisah tentang kehidupan Miko, Ryan, dan Mas Anca tiap malem minggu.

Raditya Dika baru saja mengunggah episode terbaru. Judulnya Malam Terakhir Miko. Ternyata ini episode terakhir. Sedih.

However, aku sempat tergebet dialog terakhir Miko, “Kita nggak perlu tahu orang lain butuh kita atau tidak, yang penting kita selalu ada buat mereka.”

Selama ini yg membuatku sukses menjaga jarak dengan calon suamiku adalah keyakinan bahwa dia nggak butuh aku. Bagaimana tidak, dia yang sekarang sudah sangat mandiri. Bahkan aku tertinggal jauh. Dia sudah bukan pria yg merajuk di.rumah lantaran tak punya ongkos buat ke Surabaya. Pun bukan pria berantakan yg pinjam motor tanpa besin ke teman kontrakan.

Dia yg sekarang adalah pria yg menarikku, menggelarkan karpet dan mengairi raga serta batinku di Jakarta. Dia juga yang menunjukkan jalan tikus saat aku terjebak kemacetan karir di kota yg angkuh ini.

Semua itu yg mengawetkan bungkamku. Terlebih ketika aku diam dan perlahan menghilang, dia tak nampak gelisah mencari hingga aku mencapai puncak keyakinan bahwa aku tak lagi dibutuhkan.

Lalu entah sihir apa yg membuatku kembali bersuara, dan dia malah melamarku. Satu yg tak terucap, hingga 15 menit yg lalu keteguhanku masih kukuh. Sebetulnya dia tidak butuh aku. Semua ini hanya permainan norma seraya melanjutkan sejarah.

Sampai akhirnya Miko bilang, kita tidak perlu tahu apakah orang lain butuh kita. Yang penting kita selalu ada untuk mereka. Kalimat ini tertancap dalam di kepala. Insya Allah, aku akan selalu ada untuknya. Amin.

image

Advertisements

Comments are closed.