"Dari meja tulisnya masing-masing, dimana pun mereka berada, mereka cukup melakukan ziarah dengan sekali klik dan tiba di makam saya, yaitu blog ini" – Mula Harahap

Selamat pagi, kamu

Senengnya ada yang ngingetin to warm up my body before I slept. And suddenly I miss you. I miss when we cooked together. Err.. nggak dink, kamu yg masak aku tukang komentar aja. Eh plating sama food decorating termasuk cooking nggak? Hahaha…

Kangen juga keluargamu yg selalu menyambutku hangat. Mama, Yang Ti, Elin, seneng banget saat tau mereka mengingatku penuh, mengharapkan kehadiranku yg katamu selalu heboh. Eh, apa kabar Elin ya? Kangen belajar Encarta bareng dia. You know what, rasanya seperti hendak loncat tinggi kegirangan saat tau Elin masuk Taruna Nusantara. Terharu juga liat foto-foto wisudanya di FB. Dia tumbuh jadi wanita tangguh, cerdas, and lovely still. Sempat kita sama2 online, dan berbincang selayaknya saudara perempuan. “Mbak, maafin Mas ya. Aku sayang Mbak kok, Mas pasti juga masih sayang,” katanya waktu itu. Hey Bocah, kamu harus bangga punya adik seperti Elin.

Elin, Mama, Yang Ti, I wonder how I miss them. Eh, aku juga kangen Chunkie Bar yg selalu kamu bawa ke kelas tiap jam tambahan. You know I never had enough time for lunch. Dan puisi-puisi dekil itu, dan meals yg kamu bawa saat aku kembali “bergaul” dg pasukan putih, dan kamu yg support aku ketika hasil medical check-up tak kunjung memuaskan, dan… kebiasaanmu ngusek-ngusek rambutku, semua itu cuma ada di kamu.

Kamu masih inget nggak ya, waktu kamu rayakan ulang tahunmu di rumahku? Kita bertiga, aku, kamu, dan si Bule Gila (yang ternyata merit duluan. Sial!). Kita kasi makan kucing dengan sambel dan lalapan. Asli, itu bodoh banget! Hahaha….

Hey Bocah, kamu baik-baik di sana ya. Pick the girl you love and.. GROW UP! Kamu masih punya utang sama aku. Ke pantai selatan, menyapa pasir dan ombak Samudra Hindia yg katamu selalu menginspirasi.

Advertisements

Comments are closed.