"Dari meja tulisnya masing-masing, dimana pun mereka berada, mereka cukup melakukan ziarah dengan sekali klik dan tiba di makam saya, yaitu blog ini" – Mula Harahap

Disapa Bocah

Aku disapa mantan, anaknya mantan calon mertua yang ku sebut beberapa waktu lalu. Dia menyapa ku dalam sebuah pesan singkat. Kemudian gurauan mengalir hingga di satu titik konyol. “Jadian yuk?” katanya di SMS itu.

For God’s shake, gampang banget yak ni orang ngajak jadian. Berapa cewek nih yg diginiin? Sesuatu yg (buatku) sakral ternyata dia obral. Memang kalau jadian, trus apa? Sayang2an? Mimi-Pipi an? Liat mukanya aja nggak bisa. Dia di Semarang. Kalo aku nyaris mati kesepian dia bisa apa? Panggil ambulan buat Mimi?

Dewasa donk, man. Kita bukan bocah SMA lagi. Kamu anak pertama, laki-laki pula. Orang tuamu menaruh harapan besar di bahumu. Menurutmu ngebayarin kuliah di perguruan tinggi swasta perekonomian tempatnya orang Jawa kaya itu wujud pemerkosaan? Pasang behel 25 juta itu perkara reputasi aja? Atau bikinin perusahaan buat kamu dianggap souvenir belaka? Grow up, man! You are lovable yet you’re only a boy.

Advertisements

Comments are closed.