"Dari meja tulisnya masing-masing, dimana pun mereka berada, mereka cukup melakukan ziarah dengan sekali klik dan tiba di makam saya, yaitu blog ini" – Mula Harahap

Menyoal Ziarah

Rasanya blog ini terlalu sesak dengan keluhan dan rintihan. Padahal masing-masing kita tengah mencoba berlari, menjauh dari ruas yg ternyata tak bisa abadi.

Sejarah kita ternyata memang tak bisa disebut pendek. Seperti keris, berliku, meruncing, dan menghunus.

Atau ku hapus saja blog ini, seraya berharap kemudahan yg sama saat ku coba menghapus rasa bersalahku?? Ah, itu bukan ide yg bagus juga. Lagipula blog ini ku tancapkan untuk diziarahi.

Sudahlah, tak perlu dipikirkan. Mungkin kelak blog ini adalah kotak pandora. Atau tetap menjadi tujuan peziarah jalang.

Well, love is a gift, so don’t take it back. Bahkan ketika dia diobral di pasar dusta, tak ada yg mau menariknya kembali.

Terima kasih Skype, Twitter, Facebook, Viber, dan Whatsapp yg selalu bergairah sebarkan cinta. Terima kasih Bremers, The Barrel’s, Pasar Kemis, blangkon Jogja, dan pete Sunda atas romantika baru padat pamrih. I owe you big one, although this ring finger is not yours. Standing Sushi Bar dan H4 bersaudara yg menahanku di Indonesia (u rawk!).

Kalau aku masih bisa tersenyum hingga saat ini, itu karena kalian!

Uli yg sarkas mengomentari outfit-ku, membangunkan tidurku, dan setor senyum sebelum tidur. Ahmed yg mendengar dan menertawakan komentarku. Marielle yg mematikan lampu, AC, mengulurkan selimut, dan menyeduh kuncup flower tea saat aku nyaris mati menggigil diserang banjir. Seb, zombi yg selalu membukakan pintunya untukku, mengkampanyekan kekuatan warna ungu, dan masih memajang muka bodohku di sampul Facebooknya. Tony “likable” yg berkali-kali menjaga jilbabku. Mbak Adem yg tak pernah menolak berbagi ranjang dan kehebohan apartemen, menerawang masa depanku yg begitu random, mendonasikan ke-bitchy-an, serta menitipkan kepercayaan. Mas Aksa yg membangunkan otak organisatorisku, mengapresiasi keputusanku. Subhanallah, betapa cintaku dibangkitkan oleh orang-orang penuh kasih. Kelak, nama mereka yg harus dirapal peziarah.. 🙂

Advertisements

Comments are closed.