"Dari meja tulisnya masing-masing, dimana pun mereka berada, mereka cukup melakukan ziarah dengan sekali klik dan tiba di makam saya, yaitu blog ini" – Mula Harahap

Satu Rindu

Kamu kesepian, aku kebingungan. Hidup di atas dimensi yang sama memang tak menjamin kita bisa selalu bersama. Maka aku pun kembali lumpuh.

Satu purnama merindu, tak tahu kapan lagi bisa bertemu. Tatap muka jadi begitu mahal. Tak heran bila dekapmu kemudian masuk daftar kemewahan yang selalu ku impikan.

Kita berharap tak begini selamanya. Rindu adalah seni, hingga bertemu seperti liuk perawan ronggeng. Indah tak terjamah. Tapi seni ini tak layak kita bina seterusnya. Suatu hari nanti harus satu. Harus. Aku tak mau terus dijenguk lumpuh. Aku tak mau direngguk diam. Aku tak mau apa selain kamu. Cuma kamu. Satu.

Advertisements

Comments are closed.