"Dari meja tulisnya masing-masing, dimana pun mereka berada, mereka cukup melakukan ziarah dengan sekali klik dan tiba di makam saya, yaitu blog ini" – Mula Harahap

Di sinilah kita

Apa kau tau, ada yang selama ini kosong dari kita? Yeah, that passion! Lalu kita keracunan rindu, dihancurkan benci, dan larut dalam basa-basi yang sama sekali tak wangi.

Bukan tiba-tiba semua kembali. Kita sama-sama tau apa yang sebenarnya terjadi. Tapi kita menutup diri. Karir, alasanmu. Bosan, pamitku. Maka di sinilah kita hingga kini. Merenung pada dataran yang berbeda, mencoba menggapai satu dan yang lainnya.

Bukan kita tak tahu di mana sauh terlabuh. Biarkan dia di situ. Mungkin jauh memang yang kita mau terlebih karna aku yang mencandu sakit.

Dan ketika kau mengungkit sakit, cukup maafku yang kau dengar. Pilu dan rintihku, cukup aku dan Tuhan Yang Tau.

Kemudian di sinilah kita hingga kini. Terkepung mimpi yang sama yaitu bersama. Padahal tak perlu menunggu lama, kau segera jadi primadona. Lihat saja, berikutnya akan terumbar pesonamu hingga melarutkan kidung rayu wanita.

Lalu, di manakah kita nanti?

Aku akan tetap di sini, tempat terakhir kali kau sempat menjenguk hati.

Advertisements

Comments are closed.